Petrokimia : First Week

Sudah seminggu kerja praktek di Petrokimia Gresik. Bukan seminggu sih, Senin sampe Jumat, tapi itu itungannya satu minggu kerja. Dan karena Sabtu Minggu libur, habis Jumatan bisa langsung balik ke Surabaya YAY!

Selama di Gresik, aku tinggal di rumahnya Tegar bareng Aldy sama Indro. Dan seminggu ini materi yang diberikan masih umum banget dan belum ada kerjaan sama sekali. Sebagaimana tim SWAT, dalam operasi KP ini kami bergerak dalam tim yang terdiri dari 2 orang. Aku sama Aldy, Tegar sama Indro. Dan selama seminggu itu kami dilatih untuk menjadi copet yang profesional.

kenapa waktu googling copet keluar ginian? +__+"

Oke deh, bakal kuceritain satu minggu ini hari demi hari kami melaluinya

Day 1

Kesan pertama waktu ikut diklat, BORING, MBOSENIN, GARING SAMPAI KE INTINYA. Kita dikasih penjelasan tentang prosedur keamanan di Petrokimia. Emang penting sih, tapi ini bapaknya njelasinnya terlalu banyak, masa pake njelasin dasar hukum sama sejarahnya (ini juga penting, tapi . . . kami orang teknik pak . . . ga suka yang beginian, eh mungkin cuma aku aja, ckakakak).

Setelah diklat, kami lalu pergi ke Grand City buat nonton Harpot (baru sehari di Gresik dah balik lagi, capedeeee . . .). Peserta nonton bareng meliputi : Aldy, Indro, Tegar beserta pasangan, Mocin, Dewi, Junian, Johan, Hau. Yang bagian mesenin tiket si Mocin sama Dewi. Begitu kumpul si Mocin bagiin tiket, masuk dan nonton. Aku, Aldy, Indro sama Johan langsung cari tempat duduk, ternyata dapatnya agak depan + pojok (alamat leher kaku nih, tapi gapapa deh, menghargai yang udah pesenin tiketnya). Aku sama Johan duduk di daerah pojok yang dibatesi sama jalan berundak, sedangkan Aldy sama Indro duduk di daerah tengah, tapi tetap ngumpul. Eh, tak lama datang orang, ternyata Aldy sama Indro salah tempat duduk. Disini aku mulai merasakan keanehan. Kok rasanya terpencil dari temen-temen (terpikir, ah, mungkin Mocin sama Dewi dapatnya memang mencar-mencar). Selama nonton, sebelahku ada dua bocah, berisik BANGET! tuyul kali mereka +_+.

Habis nonton, kami pun buka puasa di Solaria. Liat-liat menunya, makanan paling murah 16 rb, maaaahaaaaall . . . 😦 yaudah, kepalang basah ambil menu yang unik aja, Chicken Cordon Blue (enak banget, apa karena lagi lapar + 26 rb?). Dan selama buka puasa, aku mengetahui rahasia gelap yang benar-benar mengguncang. Ternyata tempat duduk kami itu sebenernya buat Tegar dan pasangannya, makanya terpencil dari yang lain. Udah depan pojok, leher kaku, banyak tuyul, dikatain maho lagi! Itu ternyata akibat perbuatan Mocin yang salah bagiin tiketnya. Sungguh keji dirimu Cin . . . T_T

Day 2

Seperti hari pertama, diklat kali ini BORING, MBOSENIN, GARING SAMPAI KE INTINYA. Tapi satu jam habis buat tidur, lumayanlah, setidaknya bisa dapat energi.

Kegiatan pasca diklat kali ini adalah keliling Gresik untuk mencari cita rasa yang baru. Kami keluar bareng Riza n Ricat (RnR, duo Gresik, sebenernya Fanul juga mau ikut, tapi katanya adiknya nangis terus jadi ga jadi). Kami cangkruk sebentar di penjual sego sadukan (sing mangan disaduki -_-“). Asik ini, 3000 per bungkus. Banyak pilihan lauk dan aksesorisnya, tapi berhubung aku udah kenyang, ga beli deh. Habis dari sego sadukan, lanjut ke Warung Beldeg (beldeg -> petir, sempat salah bacanya, kekekek). Di sini adalah cafe yang khusus menyajikan berbagai macam kopi, termasuk kopi Luwak yang tersohor seantero galaksi. Berhubung aku takut ga bisa tidur, pesen teh rosela aja.

Day 3

Diklatnya BORING, MBOSENIN, GARING SAMPAI KE INTINYA.

Rabu ini kami semua balik ke Surabaya. Si Indro ada urusan, si Tegar juga ada urusan, si Aldy mau restock logistik, aku ikutan aja soalnya pada balik semua (ya iyalah, masak mau luntang lantung sendirian di Gresik). Akhirnya bisa berbuka dan sahur di rumah, home sweet home 😉

Day 4

Kami berangkat bareng dari rumah Aldy sekitar jam 6 pagi. Biar ga kena macet yang pasti akan berujung pada ketelatan.

Seperti biasa, BORING, MBOSENIN, GARING SAMPAI KE INTINYA.

Malamnya datang rombongan kuliner dari Surabaya. Om Rendi, Hau, Johan, CR, Pram. Mereka tertarik pengen nyobain mie Aceh yang tersimpan gambarnya di BBnya Indro. Mie Aceh ini punya ciri khas rempah yang kuat, tapi ga seekstrim Ampel (aku belum cobain Ampel, cuma denger cerita dari  teman-teman CCR – Culinary Club Reloaded). Nama tempat makannya Keday Ajay, tempatnya ada di . . . . Gresik (ga tau alamat pastinya, haha). Habis makan, langsung tancap ke Warung Beldeg lagi. Habis itu anak-anak tidur dulu di rumahnya Tegar (orang habis perjalanan dari Surabaya, pegel dong, apalagi habis makan, mata merem melek +_+). Tapi tau kan . . . kalo ada banyak cowok dalam satu ruangan, R A M E. Good luck sleeping boys!

Day 5

. . . . BORING, MBOSENIN, GARING SAMPAI KE INTINYA.

Akhirnya, diklat berakhir! Mulai senin depan bakal terlihat wujud KP yang sesungguhnya. Bagaimanakah kisah kami selanjutnya? Apakah kami berhasil mengatasi segala rintangan yang akan menghadang? Sanggupkah kami menyusun kitab KP dan membawanya ke Sang Pembimbing? Stay tuned at Jenggotopia!

 

*note :

copet = cowok petrokimia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s