Idul Fitri 2011 – 1432 H

Biarpun sudah cukup lama berlalu semenjak Idul Fitri, 31 Agustus kemarin (yang penentuan tanggal disertai dengan drama klasik antara kelompok-kelompok di Indonesia, biarpun aku lebih setuju dengan keputusan Muhammadiyah yang nentuin tanggal 30, tapi aku putuskan untuk ikut Negara saja. Hidup Indonesia! Merdeka! lho . . . ) ijinkan saya menulis apa yang terjadi semenjak Idul Fitri kemarin (info intermesonya kepanjangan kayaknya -_-a).

Wokeh, berhubung aku makin malas nulis, kita langsung tuliskan apa yang perlu dituliskan saja (kalo ga perlu ditulis kenapa ditulis, iya gak? mungkin lebih tepat diketik . . .). Seperti biasa, pada Idul Fitri kemarin aku solat bareng Ayah sama Fikri di Masjid IAIN. Waktu itu khotibnya kayaknya kurang siap, soalnya biasanya kan waktu kita mau masuk ke masjid bakal dikasih buku yang berisi ceramah yang akan diberikan. Nah waktu itu, aku ga dikasih yang begituan (atau karena aku telat datangnya kali ya? Udah kelewat tujuh takbir, untung masih dapat rakaat pertama, hehe -_-“).

Baca lebih lanjut