Idul Fitri 2011 – 1432 H

Biarpun sudah cukup lama berlalu semenjak Idul Fitri, 31 Agustus kemarin (yang penentuan tanggal disertai dengan drama klasik antara kelompok-kelompok di Indonesia, biarpun aku lebih setuju dengan keputusan Muhammadiyah yang nentuin tanggal 30, tapi aku putuskan untuk ikut Negara saja. Hidup Indonesia! Merdeka! lho . . . ) ijinkan saya menulis apa yang terjadi semenjak Idul Fitri kemarin (info intermesonya kepanjangan kayaknya -_-a).

Wokeh, berhubung aku makin malas nulis, kita langsung tuliskan apa yang perlu dituliskan saja (kalo ga perlu ditulis kenapa ditulis, iya gak? mungkin lebih tepat diketik . . .). Seperti biasa, pada Idul Fitri kemarin aku solat bareng Ayah sama Fikri di Masjid IAIN. Waktu itu khotibnya kayaknya kurang siap, soalnya biasanya kan waktu kita mau masuk ke masjid bakal dikasih buku yang berisi ceramah yang akan diberikan. Nah waktu itu, aku ga dikasih yang begituan (atau karena aku telat datangnya kali ya? Udah kelewat tujuh takbir, untung masih dapat rakaat pertama, hehe -_-“).

Selesai dari masjid langsung cari makanan di rumah. Dan pada waktu itu aku lupa hal penting yang harus dilakukan sewaktu Idul Fitri. Dan sialnya aku baru ingat waktu sudah duhur. AKU LUPA SUNGKEM SAMA AYAH IBU!!! Wadaw! Mungkin itu karena Emak sudah wafat (jangan lupa doakan), biasanya kan Ibu sama Ayah ngingetin aku buat sungkem dulu ke Emak (doakan lagi). Dan begitulah, seorang anak telah begitu saja lupa untuk meminta maaf kepada bapak ibunya, tanpa menyadari betapa seringnya dia menyakiti hati keduanya . . . T_T. Dan anak itu pun sungkan untuk meminta maaf waktu ia ingat (ingatnya itupun pas ada tamu datang, pas ayah lagi ngobrol sama tamunya ~

tamu : “bla bla bla . . .”

ayah : “ga opo2, ga usah njaluk sepuro yo taksepurani. Koyok aris iki, masio ga njaluk sepuro yo wes taksepuro. . .”

aku : mesem (jleb, instagibbed, ayah has pwned jenggotz for an extra 9000+ gold)

Aduh, menyesalnya . . . Tapi, oh well, yang berlalu biarlah berlalu. Semoga lebaran taun depan tidak lupa lagi.

Biarpun Emak sudah wafat (doakan ya) tapi keluarga besar tetap ngumpul di rumahku. Sudah tradisi dari dulu, biasanya ibuku masak soto, keluarga besar ngumpul + makan2 + poto2. (kalau dipikir sungguh luar biasa, bagaimana dari tahun ke tahun tradisi keluarga ga pernah pudar, proud of my family :D). Biarpun kehilangan satu anggota, kami kedatangan satu anggota keluarga baru, si Aufa kecil anaknya Mbak Fida sama Mas Hafa. Tak ayal, si Aufa jadi selebritis lokal selama kumpul di rumah. Pada pengen berebut foto sama dia >_<

Subhanallah, hidup sungguh luar biasa, Allah menambah apa yang telah berkurang dari kami :’)

 

Next on, pada Jum’atnya aku bareng Ayah Ibu Fikri berangkat ke Gresik. Sabtunya ada acara halal bihalal Bani Ghoni di rumahnya Abah Mansyur (jangan lupa doakan juga), soalnya sekarang giliran Mas Muis sebagai tuan rumah acara. Penggiliran (halah, penggiliran . . . -_-“) dilakukan berdasarkan alur bloodline (cieeeh, bloodline . . . -_-“) dari keluarga. Tiga tahun kemarin acara dilakukan di Surabaya lho, di rumahku dan rumahnya Lek Jah.

Entah mengapa pada acara halal-bihalal kali ini orang yang datang banyak banget. Sampe ga kebagian tempat didalam rumah (yah, padahal pengen kenal keluarga yang lain . . .). Tapi setelah dipikir-pikir, gimana ga rame coba? Sekarang aku kan generasi ke 5 (menurut Mas Ad, waktu aku tanya dia), kita asumsikan tiap keluarga akan memiliki 2 orang anak, gampangannya saja akan ada 2^8 (aku generasi ke 5, dan kalau melihat bocah-bocah kecil itu, mungkin mereka generasi ke-8, eh habis dong 7 turunannya . . .  -_-“) jadi bakal ada 128 orang di rumah itu (kalau dipikir-pikir, hebat juga ya, masih memelihara silaturahmi sampai generasi ke-8, proud of my familiy :D).

Untuk sementara ini aja dulu, semoga silaturahmi selalu terjaga serta kehangatan keluarga selalu dipelihara. Amin ya Allah!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s