The Judgement

Sudah lama gak ngepost di blog ini, tapi berhubung hari ini termasuk hari bersejarah bagiku, males gak males musti ngepost. Hari ini aku menjalani sidang TUGAS AKHIR. Jadi, lulus tidaknya diriku dari kampus tercinta ditentukan pada hari ini, jreng jreng jreng!

Singkat kata, buku sudah dibuat, aplikasi bisa dijalankan, paper pun sudah selesai, jadi seharusnya sidang hari ini bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Akan tetapi, seperti yang dibilang di tipi-tipi ~ “live is never flat”, hidup itu nggak pernah ceper, aaadaaaaaa aja hal yang bisa bikin ga rata.

“ceper”, google is one fantastic friend

Kenapa ga rata? Akan saya jelaskan secara lugas, jelas dan berurutan. Pertama masuk ruang sidang sih agak biasa, ga ada grogi, cuman sedikit ada rasa “wih”. Selama presentasi pun ga ada masalah, soalnya bapak dan ibu pada ngobrol sendiri, cuma sesekali memperhatikan layar proyektor. Nah, masalah muncul saat aku demo aplikasi.

Aplikasiku ini menggunakan sebuah fiducial warna sebagai pengganti kursor. Fungsi aplikasinya sendiri sih cuma membuat obyek 3D pada augmented reality. Nah susahnya itu, kondisi ideal dari pelacakan warna susah diprediksi di tempat-tempat yang berbeda. Aplikasi yang berjalan dengan lancar dan perfecto di kamar, kini berjalan erratic di ruang sidang. Posisi kursor bergerak kesana kemari seperti ragdoll Last Remnant yang mati kena Critical Hit. BLAM! hedeh-hedeh, piye iki terusan . . .

Tapi untungnya, pengujiku tidak terlalu memperhatikan demo aplikasi. Yang banyak ditanyakan adalah buku TAku. Pada buku tersebut terdapat satu masalah yang kerasa begitu OMG! WTF! Kasus penggunaanku kan sebenarnya cuma ada 2, untuk menjelaskan kasus penggunaan ini aku buat diagram kasus penggunaan baru. Ternyata itu salah, harusnya itu cuma sebagai sub-kasus penggunaan saja. Jadi, deskripsi kasus penggunaan yang banyak itu seharusnya cukup 2 saja.

Ya gitu deh, manggut-manggut aja. Orang aku sendiri untuk masalah dokumentasi PL agak ngehe. Untung aja sempat dibantu sama Pak Daniel di sini. Sempat terjadi debat antara beliau dengan dosen-dosen penguji, yang aku tangkap itu RUP-RUP gitu. Nggak tahu sama sekali! RUP? Rupture? Rancangan Undang-undang Perdata? Meneketehe. Ini masalahnya, mahasiswa S1, sudah mau lulus, tapi ditanya teori cuma bisa mangap saja. Haduh, jadi malu sendiri . . .

Singkat cerita, revisi kasus penggunaan tadi makan waktu cukup banyak. Lha gimana lagi, itu menyangkut desain aplikasi, tentu ada reaksi berantai pada bab-bab selanjutnya. Jadi bisa dibilang, revisi tersebut kayaknya bakal mengganti sekitar 70% buku yang telah kubuat. Speechless deh . . .

Tapi bagaimanapun juga, salah satu prinsip hidupku adalah nothing is wasted effort, tidak ada usaha yang sia-sia. Biarpun suruh buat buku baru pun bakal kukerjain. Soalnya udah desperate untuk lulus di semester ini. Pengen segera kerja, dapat duit, terus foya-foya

Jadi begitulah, hasil dari sidang ini adalah LULUS*. ALHAMDULILLAH!

*Syarat dan ketentuan berlaku

Iklan

Trip to Malang

Kemarin hari Minggu siang, aku bersama keluargaku pergi ke Malang, ke rumah Mbak Fida. Rencana sempat mau dibatalkan karena si Aufa, anaknya Mbak Fida yang masih imut-imut waktu itu lagi sakit panas.  Tapi akhirnya diputuskan untuk jadi berangkat karena ternyata Mbak Fida sama Aufa lagi di Surabaya buat berobat, jadi sekalian lah.

Kami berangkat jam setengah dua siang. Tidak ada hal menarik selama perjalanan kecuali pemandangan khas Malang yang ndeso : sawah, sungai dan gunung (hehe, ini pujian lho :D). Akhirnya kita sampai di rumahnya Mbak Fida jam setengah lima, hampir tiga jam perjalanan. Hal yang terasa waktu nyampe adalah suhunya. Dan yang bener-bener bikin syok itu suhu airnya. ADEM PUOOOL!! Serasa air es, alhasil pada waktu wudhu aku benar-benar merasa disucikan (serasa dosa-dosaku dibakar bersama dengan dinginnya air es itu -_-“). Ternyata rumah Mbak Fida sebelahnya ada orang ternak sapi perah. Aroma celetong membawa memori nostalgia dimana dulu orang rumah masih bisnis susu sapi.

Baca lebih lanjut

2011 End

Sebenarnya ini saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri selama satu tahun terakhir ini. Tapi seperti yang anda lihat, semangat menulis yang begitu membara saat saya membuat blog ini sudah luntur terbilas kemalasan. Jadinya . . . gitu deh . . . -_-”

Hal yang patut dicermati pada saat tahun baru adalah hujan. Ya, prasaan tahun baru kemarin juga diguyur hujan dimalam hari. Tapi pada hari ini hujannya bener-bener deres luar binasa. Halaman rumah sampe banjir bandang menggelombang. Rumahku hanya tinggal beberapa senti saja dari permukaan air. Ini kayaknya disebabkan karena tinggi jalan yang semakin tinggi (eh, kalimatnya kok aneh . . .) karena perbaikan jalan (lupa kapan, prasaan udah dari dulu deh –a). Pokoknya bener-bener bikin deg-degan dan hati cenat-cenut. Kalo air masuk bisa asik dong, kecek-kecek mengenang masa kecil yang begitu bahagia . . . ~_~

Jadi begitulah, hujan. Sebenarnya hari ini aku pengen ikut acara tahun baruan di TC. Katanya pada admin lab bakal ngadain acara bakar-bakar menyan di kampus. Berhubung ini tahun terakhirku di TC (kalo lulus tepat waktu, haha . . . . . . amin) aku bener-bener tertarik atau bahasa enggresnya “looking forward” untuk ikut. Akan tetapi begitulah, hujan. Ga jadi deh (huuu~ sedih).

Alhamdulillah, aku tidak terpuruk dan berlarut-larut dalam kesedihan. Untung udah dapat Dota 2, itu loh . . . game Dota, habis 1 kan 2, jadinya Dota 2. Saat ini kan lagi fase beta testing, jadi ga semua orang bisa maenin game ini, dan aku adalah satu dari beberapa orang yang bisa maenin (ckuakakakakak, sombong dikit cuy!). Bayangin, jutaan pemain Dota tersebar di dunia, tapi yang termasuk di beta testing cuma beberapa ribu saja, dan aku adalah satu dari beberapa orang yang bisa maenin (kalimatnya diulang lagi -_-“). Pokoknya asik banget, secara grafik dan audio mantab, tapi yang paling bagus itu fitur matchmaking sama live matchnya (istimewa pokoknya).

Okeh, singkat saja. Ini sudah pengen nerusin liat anime lagi, Hanasaku Iroha. Semoga dapat motivasi lagi buat nulis di blog ini.

Wassalam

*btw, ga afdol kalo postingan ga ada gambarnya. Berhubung lagi males, ini gambar yang aku peroleh waktu googling “wild new year 2011”

Food Healthy Creamy Soup

Study Abroad?

Barusan tadi siang ada kunjungan dari NTUST (National Taiwan University of Science and Technology, bener ini ga sih? ngasal :D). Acaranya berupa presentasi tentang divisi-divisi research di NTUST serta scholarship yang disediakan. Setelah itu akan diadakan sesi interview bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke sana. Tapi berhubung aku datangnya telat dan pesertanya membludak, terpaksa ga bisa mengikuti presentasinya sampe selesai. Lha mau gimana lagi, berdiri selama 1,5 jam ternyata cukup melelahkan untuk kaki tuaku (itungannya tua karena ia sudah begitu setia bersama, dipakai untuk menjelajah hidup selama 21 tahun).

Informasi yang aku peroleh tadi dikit banget (ya jelas aja, datangnya telat, baliknya duluan -_-“). Sebenernya sih penasaran sama riset informatik di sana. Tapi selama aku mengikuti presentasinya, profesor-profesornya baru jelasin tentang electonics sama power system saja. Dan dari apa yang aku dengar, sepertinya orang Taiwan expert banget kalo masalah microcontroler/prosesor (? pokoknya micro-microan) dan IC. Kalo dipikir-pikir iya juga, kalo ga salah ASUS sama HTC itu pabrikan asal Taiwan.

Karena balik duluan, ga sempat lihat sesi interviewnya. Sebenarnya tertarik buat ikutan sih. Cuman aku kan ga rencana lulus semester ini. Dan lagipula aku masih labil mau fokus riset ke mana (yang dimulai dari TA terlebih dahulu). Sebenarnya di dalam hati ada keingintahuan tentang device mobile yang interconnected lewat internet. Semacam mimpi seperti di pilem-pilem dengan tema masa depan, dimana gadget-gadget cerdas benar-benar terintegrasi ke dalam kehidupan manusia. Itulah, secara garis besar tahu ingin riset ke mana, tapi dimulai dari mana? Itu yang masih belum tahu. Selain itu, masih belum siap CV – halah-halah, mahasiswa semester akhir masih belum punya CV? apa kata dunia . . . ~duh malunya :blush:

Itu untuk NTUST, sebelumnya, tepatnya hari Sabtu kemarin aku juga mengunjungi pameran pendidikan Jepang di Hotel Sheraton. Yang ini lebih asik kalo menurutku. Entah karena acaranya atau karena . . . ~kemana, kemana, kemana (by Ting Ting) -_-a. Selama pameran ini aku dapat informasi-informasi mengenai kuliah di luar negeri. Sebelum datang kemari aku masih ga tau tentang kuliah di luar negeri. Info yang kudapat sekedar tawaran-tawaran beasiswa dari internet, tapi tentang bagaimana nantinya kita di negeri orang masih bener-bener buram dan suram. Nah saat pameran ini lah, aku serasa dapat pencerahan tentang kuliah diluar. Dan kayaknya kalo baru mulai persiapan di semester ini, kayaknya telat banget ya -_-a. Well, lebih baik telat daripada tidak sama sekali 😀

Informasi yang kuperoleh disini, ternyata biaya hidup di luar negeri itu beda jaaaaauuuuuuhhh banget sama di Indonesia. Menurut brosur dan representative dari kampus Jepang sono, biaya hidup di Jepang itu rata-rata 120 juta rupiah per tahun. Dan kalo itu masih belum cukup banyak, tambah saja dengan biaya kuliahnya (kalo ga dapat beasiswa full, susah lho cari beasiswa full gituan, dapat yang mengcover 50% aja udah alhamdulillah-sesuatu banget -_-). Jadi kalau ditotal sekitar 200-300 juta per tahun, bujubuneng . . .

Setelah menyadari mahalnya kuliah diluar, muncul satu pertanyaan. Is it worth it? Udah bayar mahal-mahal tapi malah jadi mahasiswa ababil kan ga lucu. Bisa gila kalo misalnya udah sampe disana terus kepikiran “Waduh salah jurusan!” macam mahasiswa semester 1 dulu. Oleh karena itu, menurutku diperlukan persiapan lahir batin yang bener-bener matang untuk kuliah di luar negeri. Dan persiapanku untuk itu masih 0%. ZERO is not good . . .

yes, i love memes

Oh ya, universitas yang sempat aku kunjungi disana adalah Waseda, Rikkyo, sama Ritsumeikan terus satunya lagi lupa :D. Sepertinya keren-keren universitasnya, jadi minder -_-“. Tapi seperti perkataan Inori di trailer Guilty Crown

 

If you try, you might be able to do it

If you don’t try, you’ll never succeed

Oleh karena itu, harus mulai cari-cari segala macam informasi di internet. Insya Allah dari informasi itu, mimpi ala pilem science fiction bisa jadi nyata 😀

Sebagai bonus, ini ada trailer Guilty Crown, my most anticipated anime in this season (ada suaranya mbak Nagi diawal-awal lho)

6th Semester Review

Sebenarnya, nilainya udah lama muncul sih, tapi berhubung waktu itu lagi malas akhirnya baru buat post sekarang :D. Btw, setelah menunggu dengan hati dag-dig-dug-duar akhirnya nilai-nilai matkul semester 6 akhirnya keluar! Dan hasilnya adalah . . . . . jreng, jreng, jreng!

TADAAAAA! meh . . .

Kalo dilihat sepintas sih, asik banget bisa dapat IPS 3.4 semester ini. Tapi masalahnya asik itu relatif, dan kalo liat nilai-nilai temenku nilai segitu tuh termasuk kategori “meh”. Ya mau gimana lagi, temen-temen dapat nilai 3.5++, bahkan ada yang dapat 4 coy! (yang dapat IPS 4 ada 2 orang lho, sugoooi!). Jujur sih, rasanya kecewa dapat nilai segitu. Soalnya aku ngerasa effort yang udah kukeluarin buat semester ini lebih NGGGGHHHH! daripada semester-semester yang lalu. Jadi ya wajar dong kalo effort sudah MAX tapi nilai dapat MEH . . .

MEH in High Definition

Nah, sekarang kita coba review matkul demi matkul di semester. Akan kita kupas setajam SILETTTTTT!

Baca lebih lanjut

Holiday Start Now!

Ini aku mau cerita nih, kemarin aku habis ke Hitech buat cari mouse baru sekalian nemenin Wanto buat cari laptop baru (chiyeee, LAPTOP BARU! bukannya kemarin-kemarin dianya barusan beli laptop ya, sekarang mau beli lagi? istimewa . . . ). Sebelum ke Hitech, aku ngajak anak-anak kontrakan juga, karena si Nanda juga kayaknya lagi pengen ke sana. Akhirnya setelah ngajak anak-anak lewat “channel” di FB, kita sepakat buat ngumpul dulu di kontrakan.

Singkat cerita, aku, Wanto, Nanda dan Kaped berangkat ke Hitech (setelah menunggu nyawanya si Wanto kembali sampe jam 12an, padahal aku ke kontrakan jam setengah 11an). Begitu tiba disana, kita pada bingung mau cari apa dulu. Akhirnya aku ngusulin buat cari laptop dulu. Niatnya mau liat-liat di showroom Asus di lante 1 habis itu liat ke toko langganannya si Nanda, tapi waktu kucari ternyata showroomnya udah ga ada! (waduh, gimana nanti kalo ada apa2 sama laptopku? aku kan belinya disana, mau minta pertanggungjawaban siapa ini? jreng, jreng, jreng!) Akhirnya, kita cari di tokonya Nanda (lho? ternyata selama ini dia jualan laptop biar bisa beli berhala-berhala rakitan itu!).

Berhala macam ini

Di toko ini dipajang berbagai macam laptop dari beragam merek, spek, ukuran, warna dan sensasi. Dan karena semua barang jualannya pada mengkilat, si Wanto butuh waktu cukup lama buat nentuin pilihannya (selain pilihan laptop i5 yang seperti hilang ditelan matahari, salah sendiri kenapa ga mau beli 6 bulan yang lalu, haha!). Akhirnya kita lanjut cari mouse sama HD (buat adiknya Nanda katanya) dulu, soalnya Wanto males bawa laptopnya (beyaaatttt, katanya).

Baca lebih lanjut

First Certification

Wah, sudah lama banget ga ngepos di blog ini. Kalo jarang diupdate, tujuan mulia dari blog ini tidak akan tercapai sampai kapanpun -_-”

OLEH KARENA ITU! Saya menuliskan post ini agar blog ini terUPDATE dengan info TERBARU dari JENGGOTZ!!!111

Kabar terbaru nih, hari ini baru saja menyelesaikan sertifikasi buat .NET framework. Lebih tepatnya sertifikasi dengan nomor 72-511, Desktop Application Certification (bener gitu gak sih, whatever, pokoknya tentang WPF). Akan saya ceritakan kronologis kejadiannya mulai dari awal manusia diturunkan ke bumi ini.

Pertama-tama, apa alasanku untuk mengikuti sertifikasi ini? Apakah saat itu dunia sedang mengalami krisis global yang tidak mampu lagi ditangani oleh umat manusia? Atau apakah telah terjadi distorsi ruang dan waktu yang menyebabkan aku harus mengambil tindakan? Tentu saja tidak, aku ikut soalnya dapat voucher dari Dreamspark Mikocok. Kok bisa dapat voucher, gratis? Karena aku ikut ngembangin aplikasi Dreamshare bersama tim Yuva Racsaca yang terdiri dari Junian, Jojo dan Fitri. Biarpun ga lolos sampe ke Jakarta (bener Jakarta?), sebagai salah satu partisipan kita bakal dapat voucher Dreamspark. Di Dreamspark kita bisa donlot aplikasi-aplikasi development semacam Visual Studio 2010 secara GRATIS! (gratis coy, artinya ga perlu mbayar, dan ga perlu keluar duit, hahay =))). Selain aplikasi, kita juga dapat voucher buat sertifikasi yang kusebutin tadi. (cerita gini doang kok dipanjang-panjangin, emang lolipop dipanjangin?)

Mikurosofutu Duraimusuparku

Nah, berhubung yang gratis-gratis bikin semangat jadi membara, biarpun lagi digempur dari berbagai sudut oleh Audit, MPPL, dan .NET (rekursif –a) aku sempat-sempatin buat belajar tentang WPF. Kalo diitung-itung cuma dapat waktu 3 hari buat belajar, tapi yang kurasa paling membantu ya waktu ngerjain FP .NET (OH HO! ironis . . . ), disitu aku mengenal konsep resource dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut