The Package is Here

Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu datang juga. Paket apa? Jadi begini, dari post ini anda bisa menebak kalau saya ini ngefans sama Mbak Nagi. Nah, baru-baru ini (tanggal 29 Februari 2012) dia ngeluarin single dengan judul “Vidro Moyo”. Single ini bukan sekedar single biasa, ini adalah single perdana Mbak Nagi yang dimana dia muncul sebagai Yanagi Nagi, bukan Supercell, Corleonis atau PF Audio. Jadi, dia muncul sebagai dirinya sendiri, which is awesome karena doi selama ini bener-bener nyembunyiin dirinya sendiri -_-“. Jadi bisa dibilang kalau single ini bakal jadi collector item buat aku. Biarpun aku bisa download musiknya di internet, membeli cd ori adalah suatu keharusan. Itulah kelebihan media fisik dibanding digital, dapat menghubungkan musisi dengan fansnya (weeenaaaak).

Proses buat dapetin single ini juga bukan hal yang gampang soalnya cuma rilis di Nippon sana. Dari jauh-jauh hari aku udah cari-cari info buat preorder. Dari info fans group ini aku akhirnya nemu di cdjapan. Lalu muncullah masalah selanjutnya, aku ga punya akun paypal buat preorder. Atas saran dari teman-teman akhirnya aku cari jasa isi balance paypal di kaskus. Akhirnya nemu juga, udah transfer, eh ternyata ga bisa ditransfer balancenya.

JRENG! JRENG JRENG!

Baca lebih lanjut

Steins;Gate

Wah, sudah lama ga posting disini. Sebenarnya sih males ngepos soalnya lagi liburan + banyak game dan anime dan manga yang belum kukonsumsi. Tapi kalo postnya disini cuma sedikit, gimana aku yang ada dimasa depan akan nostalgia coba. Blog ini kan dibuat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk diriku di masa depan. Dan omong-omong tentang masa depan, sekarang ini aku lagi suka banget sama satu anime yang judulnya Steins;Gate.

Pertama tau tentang seri ini dari Minitheatre.org. Waktu pertama liat slideshow disitu langsung tertarik, soalnya artnya ga biasa macam anime-anime lain (bukannya sombong, tapi aku punya skill istimewa yang bisa menilai konten visual secara cepat dan tepat, bahkan dengan mata silinder 1.5 dan 5 -_-“). Dan hokinya, waktu itu aku lagi di kampus, langsung tancap deh ke server Anime. Dan kulihat disitu sudah tersedia beberapa episode dan masih on-going. Ijin sedot gan! (asline pengen uplod gambar yang sedoooooot~ tapi ga jadi deh =))

Begitu sampe rumah, langsung deh menikmati barang jarahan. Sebenernya lagi males liat anime, soalnya anime-anime sekarang payah! Main moe ato ecchi doang, dangkal banget :(. Oh well, yang penting coba dulu. PLAY!

Yang pertama dinilai tentu visualnya, dan nilainya adalah ISTIMEWA. (langsung kepikiran, hey, this is something else).  Memang sih, kalo dibandingin sama byousoku 5 cm tetap dibawah, akan tetapi Steins;Gate punya style dan punya vibe yang CUCOK BANGGEUDH sama seleraku, kelam-suram gimanaaaa gitu. Bener-bener pas sama jalan ceritanya anime ini (ups, bahaya spoiler . . .). (kepikiran lagi, this is really something else). Dan begitu liat openingnya, kira-kira di menit ke-11 episode 1, langsung kepikiran – HOLY SHIT! THIS IS ABSOLUTELY SOMETHING ELSE!

Visual : S

Baca lebih lanjut

They Call It Angel’s Voice

Serasa dapet sugar rush, kini aku lagi semangat ngisi blog biar ga kosong-kosong amat. Ditengah gempuran FP .NET, RV dan Anikom serta laporan Verval dan juga proposal+review MPPL dan jangan lupakan juga TA Audit, kok masih sempat-sempatnya nulis ga jelas gini. Tapi mungkin ini adalah sebagai pelarian dari kerasnya kenyataan menghantam tiap sendi jiwaku (walah). Dan mungkin karena kemarin habis pasang Speedy jadi internetnya agak lumayanlah meski cuman 10KBps (sombong nih ceritanya).

Cukup untuk basa-basinya, pos ini akan mengulas tuntas tentang seorang penyanyi dengan nama yanaginagi a.k.a yana a.k.a nagi a.k.a gazelle (banyak banget nicknya –a). Siapakah Mbak Nagi ini? Mengapa aku sampe buat postingan dengan judul “They Call It Angel’s Voice” tentang dia? Banyak orang mengenal dia melalui band supercell (bukan band sih, orang yang buat musik cuma 1 orang doang) dan lebih tepatnya melalui anime Bakemonogatari dan lebih tepatnya lagi lewat lagu endingnya “Kimi no Shiranai Monogatari”. Paling tidak itulah bagaimana aku tau tentang eksistensi dari si Mbak Nagi ini.

Baca lebih lanjut

Byousoku 5 cm

Apaan tuh 5 cm? Jadi panjangmu cuman 5 cm? Atau diameternya yang 5 cm? Gyahahahahahahah, yang manapun kau telah gagal sebagai seorang pria nak!

Nonononono, ini bukan tentang itu. Post ini tentang sebuah movie buatan Makoto Shinkai yang superb banget menurutku. Begitu superbnya sampai kuputuskan untuk membuat postingan tentang movie tersebut. Judulnya “Byousoku 5 cm” atau kalo dilinggis bakal jadi “5 cm per second”. Pengen tau seberapa superbnya? Mari kita ulas setajam S I L E T!

Pertama-tama, mari kita review sejenak tentang storynya. Dalam movie ini terdapat 3 episode, meliputi : Cherry Blossom, Cosmonaut, dan 5 cm Per Second. Secara umum movie ini menceritakan tentang jarak antara dua insan manusia (cieeehhh!). Karakter utamanya adalah Takaki Tohno dan Akari Shinohara, dua orang teman masa kecil yang semakin jauh terpisah seiring dengan berjalannya waktu.

Pada episode Cherry Blossom kita diceritakan tentang hubungan antara Takaki dan Akari pada masa kecil mereka, kira-kira pada waktu SMP. Dikarenakan pekerjaan orang tua masing-masing, mereka harus berpisah satu sama lain. Sebelum perpisahan itu, Takaki memutuskan untuk menemui Akari yang telah pindah terlebih dahulu. Untuk bertemu dengan Akari, Takaki memutuskan untuk naik kereta api menuju kota tinggal Akari. Akan tetapi selama perjalanan, selalu saja ada masalah yang diakibatkan oleh cuaca buruk. Bagaimana akhirnya nanti? Silakan lihat sendiri, dan menurutku, episode ini adalah bagian paling penting dimana penonton akan diajak memahami bagaimana ikatan antara kedua orang tersebut.

Kemudian pada episode Cosmonaut kita maju hingga saat Takaki menginjak SMA. SMAnya dekat dengan tempat peluncuran roket, Tanegashima Space Center. Pada SMAnya ini Takaki bertemu dengan Kanae Sumida, teman sekelasnya yang ada rasa dengan Takaki (cicicuit!). Berhubung mereka berdua sudah kelas 3, Kanae gelisah dan galau (alah, galau -_-“) akan perasaannya kepada Takaki. Ia mencoba untuk menyatakan cinta kepada Takaki. Bagaimana akhirnya nanti? Apakah Takaki bisa melupakan Akari dan menerima Kanae?  Silakan lihat sendiri.

Lanjut ke episode terakhir, yaitu Byousoku 5 cm. Kini Takaki sudah bekerja sebagai seorang programmer di Tokyo (ehm, ehm . . .). Selama ini dia menjadi workaholic karena ia merasa ada yang harus ia capai. Tetapi apa yang harus ia capai, ia sendiri tidak mengerti. Lalu, bagaimana hubungannya dengan teman-teman ceweknya sebelumnya? Episode ini adalah yang paling singkat dari keseluruhan movie, tapi merupakan bagian penting dari keseluruhan movie (eh, semuanya penting deh perasaan . . .). Pesan utama movie ini terletak di Byousoku 5 cm ini. Apa itu? Silakan lihat sendiri.

Secara keseluruhan, ceritanya bener-bener ngena banget. Kita bisa nge-relate ceritanya dengan kehidupan kita sendiri. Jadi selama nonton movie ini, kita serasa jadi si Takaki. 5 jempol buat Pak Shinkai yang lihai ngeracik visual dan ceritanya. Oh iya, sudah kuceritain tentang betapa sugooi-nya artwork dalam movie ini? Bener-bener breathtaking deh pokoknya. Pak Shinkai ini bener-bener mahir memasukkan suasana hati dalam tiap landscape dalam movie ini. Jadi biarpun movienya agak minim dialog, kita bisa bener-bener tahu apa yang ada didalam pikiran aktornya.

Selain itu, ending songnya bener-bener pas mantab, ini nih

Overall, Byousoku 5 cm adalah pilem yang wajib tonton. Kalo ga ditonton dalam jangka waktu 3 hari semenjak membaca post ini, si Boogieman bakal datang dan membuat anda Boogie Time hingga tenaga anda habis dan mokad. Hati-hatilah  . . .

(Yang diatas cuman guyon, jangan dianggap beneran, kalo ada yang nganggap beneran . . . -_-“)